Uinvest.com.ua – invest your money to the shares of real businesses

Welcome To My Blog ^^

Enjoy and don't be sad yaps! S - M - I - L - E :)

Study Tour ^^

pantai kuta ^^

I'm not a perfect boy !

I'm sorry i can't be perfect :)

Science Of Seven ^S.O.S^

We are not just a friend ! YES We are FAMILY!

Without Friend #denim Nothing!

Ketika kamu terjatuh, kamu akan tahu siapa teman kamu sebenrnya!

Tampilkan postingan dengan label Story \o/. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story \o/. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Mei 2013

Realita itu Pahit

Setelah hampir 2 bulan bersemedi di goa akhirnya saya memutuskan untuk kembali memposting tentang kejadian yang hampir membuat saya putus asa dan enggan untuk melihat realita yang terjadi. 
Semoga bisa bermanfaat.. Ambilah yang baiknya dan jadikan pelajaran yaa kawan :)

Tepatnya setahun yang lalu.

Yaps. Ketika itu saya sedang di rumah saudara saya dan terlihat tidak tenang karena beberapa jam lagi pengumuman SNMPTN akan dibuka.
Panik,tegang itulah yang saya rasakan, misalkan ini tidak lulus berarti saya gagal membuat orang tua saya bangga. 
Dan akhirnya..
Tiba saatnya, tetapi ketika hendak ingin membuka situsnya... eh ternyata malah error dan itu terjadi karena ratusan ribu orang yang senasib dengan saya membuka situs tersebut secara bersamaan.
Saya memutuskan untuk membukanya setengah jam kemudian agar situsnya sudah sepi pengunjung. Saya melihat temen-temen saya ada yang gagal dan ada pula yang berhasil tapi ya saya tetep tegang dan seolah-olah tidak yakin akan lulus.
Dan tiba waktunya saat situs itu sepi akan pengunjung saya mencoba masuk dan mulai mengetik nomor peserta saya beserta tanggal lahirnya.
Saya seakan tak kuasa dan meminta saudara saya untuk membuka dan mengklik enter.

Dan... 

Sudah diduga hasilnya gagal boy
Bukan kata selamat yang muncul pada layar lcd laptop tapi kata Maaf yang mengakibatkan saya gagal dan merasa tidak enak kepada kedua orang tua saya. 
Tapi saya mndapat banyak dukungan motivasi supaya saya tidak menyerah dan tidak putus asa. Kecewa pasti tapi inilah realita dan hasil yang harus saya peroleh selama tiga tahun belajar di bangku SMA tetapi saya merasa masih ada banyak jalan menuju perguruan tinggi negeri.

Saya langsung menelepon ibu saya dengan nada yang kecewa saya bilang kalau saya tidak lulus dan saya merasa malu dengan hasil ini. Seolah-olah bimbel dan belajar tambahan hanya menghabiskan waktu dan uang saja. 

Tapi ibu saya tidak kecewa dengan saya dan meminta saya untuk tetap semangat dan jangan sampai putus asa. Saya harus bisa melupakan hasil pahit ini dan harus segera bangkit berdiri tegak menatap hari esok. 





Dan hari esok adalah jadwal seleksi masuk ke Politeknik Manufaktur(Polman).
Tidur pun terasa kurang nyenyak tapi sekali lagi itulah realita yang terjadi dan harus dihadapi.
Akhirnya hari esok pun datang, dengan penuh semangat saya langsung menancapkan gas untuk seleksi masuk Polman. 
Dengan penuh keyakinan saya mencari ruang ujian saya dan ketemulah sampai akhirnya saya duduk dan pengwas pun masuk membawa berkas soal. 
Sebelum memulai tes tersebut saya beroda terlebih dahulu semoga bisa melakukan yang terbaik. 
Dan pengwaspun mmeberikan berkas soal, dengan penuh keyakinan dan senyuman saya menbuka, soalnya tidak terlalu sulit dan tidak sesulit sewaktu SNMPTN. 
Saya melakukan yang terbaik dan berharap hasil yang tebaik pula. 
Alhamdulillah teriak saya dalam hati saya bisa menyelasaikan soal soal ini. 
Seusai saya beres mengerjakan soal, saya bertemu dengan teman-teman SMA saya yang kebetulan mengikuti tes di Polman. 
Seakan ingin refreshing sejenak kami memutuskan untuk bermain dan menonton terlebih dahulu sebelum akhirnya mereka pulang ke sumedang.

Tapi..

Perjuangan saya masih belum berakhir dan besok adalah hari dimana saya akan melukakuan tes SIMAK UI.
Orang tua saya lebih suka saya lulus ke UI daripada ke Polman.

Hari esok pun tiba..

Waktu itu tempat tesnya di salah satu SMA di kota Bandung yang kebetulan hanya beberapa menit perjalanan dari rumah saudara saya. 
Saya pun berangkat dan yakin akan bisa menghabisi soal soal dengan baik dan benar. 
Saat pertama menginjakan kaki disana saya jadi ingat temen waktu bimbel saya yang menurut saya sangat pintar bersekolah disana, dan memang bener ketika melihat baliho di sekolah tersebut terpangpang namanya lulus jalur undangan ke salah satu institut terbaik di bandung. Itu membuat saya termotivasi dan yakin bahwa saya akan mengikuti jejaknya untuk bersekolah di PTN.

Tapi...

Keyakinan saya seakan pudar ketika pada saat soal dibagikan oleh pengawas dan.. 
Damn it soal tersebut belum pernah saya kerjakan dan itu lebih rumit dari SNMPTN dan jauh lebih rumit dari soal tes kemarin.  
Tapi saya tetap berharap yang terbaik dan menjawab seadanya dan sebisanya. 
Akhirnya waktu tes pun berakhir dan saya memutuskan untuk langsung pulang ke rumah saudara saya dan memutsukan untuk berpamitan dan pulang langsung ke rumah.
Sesampainya di rumah saya langsung bercerita kepada orang tua saya dan mereka menyuruh saya untuk mengikuti Ujian yang lain sebagai cadangan supaya saya bisa masuk PTN. Saya langsung menyalakan PC dan searching PTN mana saja yang masih mengadakan seleksi masuk. 
Waktu itu terlalu banyak, saya sempat berkeinginan untuk masuk Undip tapi saya tidak terlalu yakin melihat biaya yang dihabiskan harus berpuluh-puluh juta. 
Dan saya melihat ada seleksi masuk bersama ke Polban. Saya pun meminta ijin orang tua saya untuk mendaftar dan saya langsung teringat kakak saya yang kebetulan alumni dari Polban. 
Saya pun langsung membayar lalu mendaftar secara online. Seperti biasa Pilihan pertama saya isi Teknik Mesin karena dari awal SNMPTN,Simak UI dan terakhir Polban saya mencatumkan Mesin sebagai pilihan pertama, tetapi orang tua saya dari dulu seolah tidak ingin saya masuk Mesin dan lebih condong menyuruh saya untuk masuk Elektro mengikuti jejak kakak saya. 



Tapi...

Ya saya tetap ngotot untuk mencoba masuk Mesin. Untuk pilihan kedua saya kebetulan bingung dan langsung menanyakan ke kakak saya. Dan kakak saya menyarankan saya untuk masuk Teknik Listrik saya juga ijin ke orang tua saya, dan orang tua saya juga setuju dan lebih setuju apabila masuk Teknik Listrik daripada Teknik Mesin. Tapi ya saya sangat ambisius untuk masuk pilihan pertama.

Yaa..

Sebelum Tes ke polban saya lebih dahulu melihat hasil seleksi Polman tahap pertama.

Dan..

Alhamdulillah saya lulus tes pertama dan masih ada tes tahap kedua yaitu psikotest dan tes fisik.
Setelah itu, waktu tes polban semakin dekat tapi saya lebih condong untuk masuk ke Polman.

Dan..

Tibalah waktu tes masuk ke Polban. Saya memutuskan untuk menginap di rumah teman saya di antapani karena ingin berangkat bersama teman saya. 
Jarak ke polban yang lumayan jauh membuat saya dan 2 orang teman saya harus berangkat lebih pagi agar datang tapat waktu disana. 
Dan sesampainya disana saya melihat kerumunan banyak orang yang sedang melihat lokasi tes masuknya dimana. Saya pun segera kesana dan melihat saya tes di Gedung U lantai 2. 
Saya berputar dan mengikuti tulisan petunjuk untuk ke gedung U dan tempatnya cukup jauh dan cukup terpencil menurut saya yang awam tentang Polban.
Akhirnya saya masuk ke Gedung U dan langsung menuju lantai 2 dimana saya tes.
Tes pun dimulai terlihat pengwas yang juga mahasiswa disana membagikan berkas soal ke saya. Saya mengerjakan soal dan melakukan yang terbaik dengan penuh keyakinan dan ambisi untuk bisa membanggakan kedua orang tua saya.

Singkat waktu.

Sebelum pengumuman tes Polban dibuka saya harus menjalani lanjutan tes ke polman yaitu tes psikotes dan fisik.
Saya kembali menginap di rumah saudara saya dan keesokan harinya langsung bergegas untuk melakukan tes psikotes. 
Apa boleh buat saya belum tau dan hapal soal soal yang biasa diujikan jadi saya merasa kebingungan dan alhasil ketika saya disuruh menggambar saya sangat kebingungan dan gambarnya tidak sesuai harapan. 
Dan selepasnya keluar dari ruangan tes saya merasa dan feeling saya sangat kuat saya ga akan lolos tes tahap kedua ini. 
Dua hari berikutnya saya harus menjalani tes fisik yaitu berlari di sabuga. Target saya 6 keliling tapi ternyata saya hanya mampu menaklukan track tersebut 4 keliling.

Yaa..

Saya menjadi pesimis karena saya sangat tidak maksimal tapi harapan saya tinggal 3 lagi UI,Polman dan Polban.
Seusai tes ini saya langsung pulang ke rumah saudara saya dan langsung tertidur pulas tanpa mandi terlebih dahulu. Lalu saya dibangunkan dan langsung mandi setelah itu saya siap siap untuk pulang ke rumah karena saya rasa hari itu harus bercerita kepada orang tua saya.

Sesampainya di rumah saya langsung bertemu orang tua saya tetapi karena waktu sudah malam saya menunda untuk bercerita tentang apa yang sudah saya alami tadi. Saya memilih untuk tidur dan terlelap dengan nyenyak.


Singkat cerita lagi.

Tiba tiba pengumuman Polban dimajukan semniggu lebih awal.
Ketika itu saya terbangun oleh bbm dari teman saya yang mengatakan bahwa saya lulus di Teknik Listrik Polban. Saya yang baru bangun seolah tidak percaya dan mungkin ini hanya mimpi. Tapi saya tampar pipi saya eh ternyata sakit. Saya langsung loncat dari tempat tidur dan langsung menyalakan PC untuk memastikan.
Tapi koneksinya sedang error dan google chromenya tidak berfungsi saya lalu menanyakan lagi apakah benar saya lulus atau tidak? 

Dan teman saya pun... meng iyakan kalau saya lulus. 

Saya penasaran dan akhrinya saya bisa membuka situs polban lewat mozila dan saya mencari di Prodi Teknik Listrik ternyata... 

Alhamdulillah saya lulus. Saya langsung mengatakan ini kepada orang tua saya dan saya melihat mereka tersenyum bangga.


Tapi..

Saya tidak cepat puas karena lagi lagi saya gagal masuk Mesin dan saya masih berharap bisa lulus ke UI/Polman. 

Yaa... Tapi..

Registrasi ke Polban lebih dahulu ketimbang pengumuman Seleksi UI dan Polman. Dan akhirnya saya memutuskan untuk membayar biaya registrasi Polban terlebih dahulu sambil menunggu hasil yang lainnya.

Tapi..

Apa boleh buat ketika hasil pengumuman Polman dan Simak UI saya dinyatakan tidak lulus dan pada akhirnya saya sekarang menimba ilmu di Politeknik Negeri Bandung!

Sekarang saya mengerti apa yang telah saya alami.

Seberepa keras usahamu untuk mendapatkan sesuatu tetapi bila orang tua dan keluarga memang tidak "PAS" itu seolah olah melakukan hal yang tidak mungkin untuk terwujud.

Dan pada akhirnya saya ingat dengan sebuah Hadist : "Ridho Allah tergantung ridho orang tua, dan Murka Allah tergantung murka orang tua"


Dan saya sangat bersyukur bisa kuliah di Polban meskipun bukan pilihan pertama tapi inilah yang terbaik dari Allah SWT. 
Karena Allah pasti sudah mempersiapkan hal yang baik buat kita. 
Yang Terbaik menurut kita belum tentu juga yang terbaik menurut Allah SWT.
Semangat buat kalian yang sekarang yang sedang dalam proses untuk melanjutkan sekolah! Jangan sampai putus asa dengan 1 kegagalan dan tetaplah berprasangka positif pasti Allah memberikan yang terbaik buat kita!

GANBATE KUDASAI !

#DM 



Jumat, 28 Desember 2012

Kupat Squad [Lanjutan]

Lanjutan dari yang pertama..
Yang belum baca mending baca dulu biar nyambung deh ;]
Langsung aja ya :]
Pada saat itu saya langsung diganti oleh teman saya dan pertandingan kembali dilanjutkan dengan kondisi yang semakin panas dan menjurus kasar. Tetapi pada akhirnya kami tetap menang dengan kedudukan 2-1. Dan tak lupa kami saling bersalaman sesudahnya what a nice match.


Yaps here we are kupat squad goes to Semi Final \o/

Nah singkat cerita.. Lawan kami di babak semi final ini adalah adik kelas kami yang juga merupakan kelas pacar penyerang kami, Pandu. Yaps sudah diduga Pandu bakal tampil all out karena dilihat pacarnya. Dan jalannya pertandingan pun dikuasai tim kami. Yaps serangan demi serangan terus kami lancarkan dan pada akhirnya pandu lah yang mencetak gol. Yipie 1-0 \o/ Atmosfer pertandingan agak sangat membosankan terlihat tim yang kami lawan agak canggung dan cenderung "takut" untuk menang. Dan pada akhirnya Gol kedua tercipta dari kerja sama tim kami 2-0 terus bertambah berkat sumbangan gol dari saya 3-0! \o/ Ceps pun tak ingin ketinggalan dan akhrinya 4-0!\o/ Tapi mereka membalas dengan satu gol dan menjadikan skor akhir 4-1!
Alhamdulillah Kupat Squad tim yang tidak diperhitungkan dan merupakan underdog di kompetisi ini bisa masuk ke partai puncak :]

Seusai pertandingan ini kami disuguhkan dengan pertandingan semi final lainnya yaitu antara IPA 1 VS IPA 2 .Yaps sudah bisa ditebak pertandingan akan seru dan seimbang melihat materi pemain dari kedua tim adalah hampir semua dari mereka adalah pemain timnas sekolah. 
Pertandingan berjalan cukup alot dan saya tidak mendukung siapapun.Yaps karena siapapun yang akan menang itulah yang akan kami lawan di partai puncak nanti. Menarik untuk ditunggu, dan ternyata kedudukan berimbang tak bertahan lama dan terjadi saling balas kedudukan. 
Tapi pada akhirnya tim yang di favoritkan juara dari awal yaitu IPA 2 melenggang ke partai final! 

Yaps can't wait for this moment. Partai final sendiri akan dilaksanakan esok hari.


Dan Keesokan harinya..
Sebelum pertandingan ini kami disibukan dengan persiapan pagelaran yang sangat menyita waktu kami dan konsentrasi kami pun terpecah. Masalah datang ketika kami harus ada disana sekitar pukul 4 sore, sementar itu kami masih tetap dan harus mendokerasi kelas untuk pagelaran yang akan dilaksanakan esok hari! What a panic situation.!
Hujan turun sangat deras dan itupun membuat kami untuk menunggu dan menunda keberangkatan ke tempat penyelenggaraan final.
Trouble! Ketua pagelaran yang juga merupakan bagian penting tim kami yaitu Cep Zam Zam atau kami biasanya menyebutnya Ceps akan menyusul karena tidak diperbolehkan berangkat awal waktu oleh bu santi yang merupakan mahasiswi yang sedang melakukan PKL untuk bahan skripsi "katanya sih gitu"


Adzan ashar sudah berkumandang kami pun memutuskan solat terlebih dahulu. Dan tak lupa berdoa supaya diberikan yang terbaik oleh Allah.


Hujan tak kunjung berhenti dan kami pun harus melewati hujan deras ini untuk sampai kesana. Kami pun terpaksa memakai jas hujan dan akhirnya kami sampai disana dengan kondisi agak basah.
Lawan kami di lapangan Tim IPA2 juga belum semuanya datang karena hujan deras tak kunjung berhenti. Dan kami pun harus menunggu mereka semua datang. Yaps its good for kupat! karena kami juga menanti ceps untuk datang.

Akhirnya satu persatu anggota tim mereka pun datang dengan langsung memakai kostim kebanggan mereka yang juga merupakan kostim timnas sekolah kami. what a nice \o/
Kami merasa agak grogi dan minder melawan mereka tapi kami yakin kami bisa membuktikan bahwa kebersemaan lebih bagus daripada skill hebat \o/


AND HERE WE GO!!

Suporter memang nyaris tidak ada karena pertandingan ini diselenggarakan bukan atas ijin sekolah. Tapi itu tidak menghancurkan tekad kami untuk bisa mengalahkan mereka lads!
Yaps pertandingan dimulai, dan sudah dapat ditebak permainan kami kurang berkembang. Kami cenderung bertahan dan sesekali melakukan Counter Attack. Sangat tidak menggembirakan ketika melihat gawang yang dikawal Qibil harus rela dibobol 3 gol tanpa balas. Dan kedudukan itupun bertahan hingga akhir babak pertama. What a shame \o/

Kami tidak pernah merasa frustasi karena kami sudah terbiasa dengan keadaan dimana kami tertinggal bahkan kami sudah terbiasa dengan kekalahan. Kami tetap semangat untuk bangkit dan menikmati babak kedua!


Babak kedua pun dimulai dengan komposisi terbaik kami dan akhrinya ceps datang! Yaps kami sekarang menjadi lebih kuat untuk bangkit.

What the f###
Lawan kami menurukan tim lapis kedua mereka dan itu membuat kami merasa lemah, But you are wrong boy! Kami menjadi semangat dan ingin membuktikan kalau kami ga selemah dan secupu yang kalian pikirkan, kami yakin bisa membalas ketertinggalan 3 gol itu. Itu yang terus saya pikirkan dan kekuatan mindset memang manjur.
JEGER!
Penyerang andalan kami berhasil memberikan asa kebangkitan kepada tim kami . Yaps 3-1 \o/
Saya lalu diganti karena memang merasa sudah cukup lelah dengan pertandingan yang berat ini.
Beberapa saat seteleh doganti Kembali Pandu memberikan kami harapan. Yaps 3-2 \o/
Saya pun segera bersiap siap untuk main kembali karena dalam futsal pemain yang sudah diganti bisa masuk kembali. Yaps ini memang berbeda dengan peraturan sepak bola besar.
Dan saat saya kembali masuk, tim kami melakukan penyerangan dan ceps memberikan bola kepada saya yang tidak terjaga...
dan akhirnya..  JEGER! 3-3. 
Yaps sontak membuat suasana semakin memanas dan semakin membuat kami semangat! Selebrasi pun saya lakukan dengan cara menutup mulut saya.Yaps akhirnya saya bisa membungkam kritikan yang selama ini tim kami dapat! SILENCE!

Sontak keadaan ini membuat mereka mengganti susunan pemain kembali ke susunan yang terbaik mereka.
Kami memutuskan untuk bertahan dan ingin mengakhiri pertandingan ini dengan adu penalty, tapi mereka seakan memberian sinyal bahwa mereka ingin segera mengakhiri pertandingan ini dengan cepat, mereka terus menggempur pertahanan kami tapi kami tidak goyah dan kedudukan ini bertahan sampai peluit akhir dibunyikan \o/


Yaps tim lawan meminta kami melakukan perpanjangan waktu di lain hari dalam arti dilanjutkan besok, tapi saya menolak karena besok merupakan hari penting bagi kami yaitu pagelaran seni tari kami harus berlangsung dan tak boleh terganggu.


Akhirnya pihak penyelenggara menyarankan pertandingan dilanjutkan lewat adu penalty!
Ini seperti yang kami harapkan, kami lebih percaya diri karena di partai awal kami menang lewat adu penalty dan situasinya sama percis yaitu kami tertinggal terlebih dahulu. Ini memberikan sinyal kalau kita akan menjadi pemenang. Teriak saya dalam hati.


Bersambung...

Rabu, 03 Agustus 2011

Kupat Squad

FROM ZERO TO HERO !
   Perkataan itu seolah menggambarkan kekuatan dan keberadaan kupat squad saat ini.
Sebuah Tim futsal dari kelas yang selalu menjadi cibiran hampir setiap guru yaitu IPA 7, bukan pujian yang terus menghampiri kelas ini tapi lebih sering ke arah negatif dan seolah sudah bosan untuk menegur kami .

   Anyway Kupat adalah singkatan dari KUlawargi iPA Tujuh.

   Tak ada prestasi yang mencengangkan yang kami dapatkan , kami hanya tim cupu dengan bermaterikan pemain pemain hiburan dan tak patut untuk dipertimbangkan. Kami hanya menjadikan futsal sebagai hiburan seminggu sekali dan tak lebih hanya untuk mempererat persaudaran kami.

   Perjalanan tim kami dimulai ketika itu tepatnya diadakan pertadingan futsal antar kelas setahun yang lalu di lapangan sekolah. Detik-detik akan dimulainya pertandingan sudah terasa sejak sehari sebelum pertandingan dimulai. Seakan tidak sabar kami terus mengatur komposisi pemain yang akan diturunkan nanti.

   Hari esok telah tiba , tapi sayangnya cuaca tak secerah yang dibayangkan , hujan mengguyuri lapangan dan terpkasa pertandingan ditunda dan rencanya akan dilangsungkan besok sehabis pulang sekolah. Raut kekecewaan akan ditundanya pertandingan telihat di kedua belah tim.

   Akhirnya hari yang dinanti-nanti pun tiba , seaakan seperti sorak-sorak di stadion GBK , atmosfer penonton yang memadati sisi lapangan mulai menambah kepercayaan tim kami. Lawan kami kelas IPA 3 yang notabene pemain-pemain timnas sekolah kami langsung bertekad melahap kami tanpa ampun.

   Awalnya permainan dikuasai tim kami, saya mencoba menggebrak jala lawan dengan tendangan jarak jauh ala tokoh kartun captain tsubasa namun sayang hasilnya nihil, bola menyentuh mistar gawang lawan dan memantul namun bola yang muntah pun tak berhasil dimaksimalkan Fadli untuk merubah kedudukan.

   Sejak itu , tim lawan mulai meradang seperti singa yang diganggu dari tidur nyenyaknya, perlahan tapi pasti mereka mulai menyerang dan menusuk jantung pertahanan kami. Gawang kami yang dijaga Q-bil pun harus mengakui keberingasan tim lawan dengan kemasukan 2 goal di babak pertama.
  "Prittt...Prittt..Prittt"
   Peluit tanda babak pertama berakhir telah dibunyikan wasit yang juga merupakan teman dekat kami. Wajah lesu dan tak bersemangat kelihatan di tim kami, namun tak henti penonton yang juga teman-teman sekelaspun tak henti-hentinya menggelukan kami.

  "Yoo..ayooo...ayooo..ipaa tujuh.. kuingin kita harus menang!"

   Bukannya menambah semangat kami tapi itu menjadi beban kami yang tak mau kalah telak  di partai awal ini. Tak ada sesuatu yang tidak mungkin terjadi tapi mengejar kedudukan 0-2 itu Seperti sulitnya mendaki gunung himalaya.

   Babak kedua dimulai komposisi pemain masih sama seperti tadi, dan kejadian di babak kedua juga tak lebih baik dari babak pertama tadi. Singa semangat lahap dan bersemangat menyantap mangsanya, kejadian buruk pun terjadi saat imam melakukan goal bunuh diri. Ini membuat saya terdiam dan tersihir seperti batu dan enggan melihat berapa skor sekarang. Sehabis kejadian itu saya langsung minta diganti dan duduk di pinggir lapangan meratapi apa yang telah terjadi. Perasaan bersalah , malu , kecewa tak karuan menjadi satu dan saya masih asik terdiam sampai pertandingan usai.

Masih ada hari esok , tinggal kita berusaha dan berdoa agar esok bisa lebih baik lagi, soal hasil akhir biar Allah yang menentukan.

Setengah Tahun Kemudian...

   Ada kesempatan untuk membalikan kepercayaan diri dan kembali membuktikan bahwa kita bisa meraih prestatsi dan menjadi nomor satu.
Ada Turnamen antar kelas tapi kali in sedikit berbeda karena diadakan oleh pihak sponsor salah satu produk rokok dan pertandingannya pun dilangsungkan bukan di sekolah melainkan di lapangan futsal berumput sintetis di kota kami.

   Singkat cerita kompetisi pun dimulai, hari pertama kami langsung dihadapkan dengan lawan yang lumayan berat yaitu kelas IPA 6 , awal pertandingan kami sempat tertinggal 0-2 di babak pertama, namun di babak kedua kami mulai menemukan bentuk permainan sehingga bisa menyamakan kedudukan jadi 2-2 berkat sepasang goal penyerang timnas sekolah kami Pandu.

   Keadaan ini memaksa kami melangsungkan adu penalti , dan berkat kerja keras dan doa yang tak kunjung henti kami berhasil melengenggang ke babak selanjutnya. Sungguh awal yang baik bagi kami.

Sesuatu yang baik di awal pasti di akhirnya akan menjadi lebih baik dan sesuai dengan apa yang kita harapkan.

   Kemudian kami melawan IPS 2 yang juga banyak dihuni pemain pemain handal. di babak pertama kami langsung menggempur pertahanan tim lawan dan hasilnya pandu berhasil membawa tim kami unggul 1-0 tapi tak berlangsung lama kedudukan pun berubah menjadi 1-1 berkat goal dari pemain lawan.
   Di babak kedua saya mencoba peruntungan dengan bermain menggantikan fadli, saat itu saya tidak dikawal dan alhasil berhasil membobol gawang lawan . yes 2-1 buat kupat squad!
Tapi setelah kedudukan tersebut berubah permainan lawan berujurus kasar dan sayalah korbannya , kaki saya di tebas saat membawa bola lalu di sikut hingga saya terlempar dan bagian kepala saya membentur rumput sintetis dengan sangat keras. Bagaikan terjatuh dari ketinggian 10 meter saya langsung sempoyongan seperti orang mabuk dan langsung beranjak keluar dan minta diganti.

Bersambung.....



Rabu, 23 Maret 2011

Cerpen Susah Senang Selalu Bersama

            Suasana kelas saat itu sangat ramai bahkan terdengar sampai ke luar. Toni masuk kelas lalu duduk temenung di pojok kelas. Keramaian di kelas itu seolah tidak dihiraukannya, Toni tampak terlihat seperti orang yang sedang kebingungan. Namun , keramaian di kelas itu sontak terhenti ketika guru mata pelajaran jam itu masuk. Toni beranjak lalu duduk di tempat biasa ia duduk.    
  
            Dony teman sebangkunya mulai melihat gerak-gerik Toni yang kelihatan tidak seperti biasanya, tapi dia tidak berani menanyakan apa yang sedang Toni pikirkan karena guru mata pelajaran pada jam tersebut sangat tidak suka bila ada murid yang mengobrol. Pak Yandi memang guru yang sangat tegas disiplin tapi kadang suka bercanda. Sesaat sedang asiknya Pak Yandi menerangkan rumus rumus yang sangat sulit untuk dimengerti, 
tiba-tiba…

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More